Jumat, 08 Januari 2016

Al-Hayat; Keyakinan yang Tak Mampu Kubahasakan

Engkau Hidup! Yakinku.

Awal tahun.. Namun masih kemarau panjang dikampung kami, mungkin tidak ditempatmu ya?

Caya mentari merambat panas membakar kulit ari. Sampai-sampai butuh 2 jam untuk mengeringkan pakaian yang barusan saja kujemur. Coba bayangkan berapa suhunya?? Sudah?!! PANAS.

Didalam rumah, kudengar orang-orang melempar bincang dengan suamiku "Hujan ga akan turun-turun ini ust*d, kami jadi malas berkebun."

Pesimis, malas, putus harapan  begitu kuat mematri mereka.
Ya minta hujanlah sama Tuhan, mintaaa. Ku membatin.

Tetiba jawaban suami menyeka otakku "kita berdoa saja ya.." , "kita kan belum minta." Sarunya.

Seketika gelap! gelaap! Sengatan mentari yang kian renjana mendadak bungkam, angin seolah menguping. Raut langit lazuardi nampak legam. Rerintik pun menggelayut dikaki awan, siap tuk dijatuhkan.

Lihatlah pekerjaan Tuhanku, angin, mentari, mendung bahkan badai sekalipun tunduk & takkan mampu mematahkan titah-Nya. Lagi lagi.. tak mampu ku membahasakan keyakinanku akan Engkau Tuhanku sayang, Sang Raja Hayat.