Jumat, 17 Januari 2014

Pardah

MENYULUT SEMANGAT BERPARDAH WANITA AHMADI
 DI TENGAH KERUHNYA MASA

Senang rasanya setiap hari melihat semakin banyak wanita muslimah yang berpardah, berarti kesadaran para muslimah untuk menunaikan perintah Allah semakin banyak. Mengingat pardah merupakan salah satu di antara perintah-perintah yang khusus ditujukan kepada kaum wanita. Perintah yang ditekankan oleh Allah Ta’ala ini tercantumdalam surah An-Nur ayat 31-32.
Namun di sisi lain juga merasa terenyuh melihat semakin banyak muslimah berpardah yang berperilaku tidak sebagaimana mestinya.Di zaman yang keruh dan serba bebas ini, di mana dari setiap penjuru keburukan-keburukan tengah berkecamuk, pardah hanya dijadikan sebagai simbol agama saja, bahkan banyak pengamat sosiolog mengatakan bahwa pardah sekarang adalah budaya.Wanita-wanita yang mengaku muslim bahkan tidak mengindahkan batas-batas pardah.Mereka mengenakan kerudung dengan celana jeans dan baju yang ketat, apa yang mereka sebut pardah benar-benar hanya sebatas membalut aurat tidak menutup aurat. Wabah penyakit itu menjalar dengan deras sekali sehingga mereka benar-benar melanggar hukum-hukum Al-Qur’an.Inilah realita kehidupan, ketika pardah sudah tidak lagi dimaknai sebagai sebuah jati diri.
Mengutip sabda Hazrat Khalifatul Masih IV r.a. bahwa "pardah adalah perintah dalam islam dan satu tanda yang membedakan seorang wanita ahmadi . Ini menganugrahkan suatu kehormatan tersendiri kepada seorang ahmadi”. Kemudian, “kemalangan yang sedang menimpa islam salah satu penyebabnya yang amat besar adalah kelalaian memakai pardah”. Hal ini menjadi pekerjaan rumah para wanita ahmadi agar tidak lalai berpardah. Namun, apakah kita benar-benar telah berada didalam batas peraturan pardah yang sesuai dengan ajaran Al-Qur’an dan Rasulullah s.a.w. ? Bukankah kita harus bergerak maju dan menjadi teladan ?
Ajaran indah ini  semata-mata untuk menjaga kesucian islam. Setiap wanita ahmadi lah yang harus menegakkan kesuciannya. menyebarkan keindahan islam dan ahmadiyah. Menjadi teladan yang luhur agartampil kemuka dan berada di barisan terdepan dalam menjaga kehormatan islam. Tidak masalah meski harus melawan arus, yang terpenting, tidak terombang-ambing di persada bumi ini.Yakinlah, apapun kebaikan yang kita lakukan bisa menjadi inspirasi kebaikan bagi orang lain. Berpardah itu MUDAH apabila diringi dengan kesadaran bahwa berjilbab itu wajib. Dimana ada kemauan, pasti Allah akan memberikan jalanNya. Ketika kita ingin menjauhi perilaku yang tidak baik, pasti Allah akan memudahkan langkah kita. Mari berpardah dengan menutup aurat secara sempurna BUKANmembalut aurat. Mudah-mudahan dengan karunia Allah Ta’ala kita senantiasa menjadi wanita-wanita ahmadi yang manakala diperingatkan maka ia taat. Karena bagaimanapun juga pasti akan selalu ada berkah dari sebuah keitaatan dan kita menjadi bagian dari penikmat berkah-berkah itu. Aamiin Allohumma Aamiin.

Kelas Tarbiyat Priatim


SENANDUNG KISAH KLASIK KELAS TARBIYAT PRIATIM

Kelas tarbiyat selalu menjadi acara yang paling dirindukan oleh adik-adik nashirat & athfal khususnya di wilayah priangan timur. Acara yang biasa di laksanakan menjelang akhir tahun ini, mampu memicu antusiasme para mujaddid cilik ini . Hal ini bisa dilihat dari jumlah peserta yang meningkat dari tahun sebelumnya. Tema yang di usung kali ini yaitu “shalat & meningkatkan kedisiplinan dalam beribadah.”
Sangat senang rasanya melihat rona-rona keceriaan pada wajah adik-adik athfal dan nashirat. Dengan semangat yang begitu menyala, mereka menikmati setiap sesi acaranya. di mulai pembukaan di hari pertama, permainan ice breaking yang mampu memecahkan atmosfer kebekuan dari para peserta. Sampai pada malam harinya para peserta di suguhi video biografi Prof. Dr. Abdussallam, muslim pertama peraih nobel fisika. Cerita dari tokoh muslim yang mempunyai jasa luar biasa terhadap dunia ini, mampu menyulut motivasi para peserta kelas tarbiyat untuk bercita-cita setinggi nirwana. Hari berikutnya, seluruh peserta  menghiasi paginya dengan melaksanakan shalat tahajud berjamaah, dilanjutkan dengan shalat subuh, menyimak daras yang begitu memanjakan telinga serta senandung tadarus Al-Qur’an. Kantuk pun tiada mereka rasa. Di kala semua orang tengah bersorak sorai dalam hiruk pikuk keduniaan di awal tahun baru ini, mereka justru tenggelam dalam suasana rohani yang membius para peserta dari segala atribut keduniaan. Selepas senam, mandi dan menyantap sarapan pagi, para peserta mengikuti pelajaran kelas tarbiyat sampai menjelang zuhur. Dilanjutkan dengan semarak perlombaan. Namun ada yang unik dalam kelas tarbiyat kali ini, para mentor diikut sertakan dalam perlombaan cerdas cermat yang membuat sesi ini menjadi lebih meriah. Hari berikutnya, anak-anak mengikuti cross country, permainan edukatif outdoor ini mengajarkan peserta untuk memahami arti penting kepemimpinan, kerjasama, amanah, pengorbanan dan tolong menolong. Hari indah itu ditutup dengan penayangan video selama kegiatan yang sangat memanjakan mata dan mengundang  gelak tawa dari para peserta.
Alhamdulillah berkat pertolongan Allah Ta’ala acara kelas tarbiyat di wilayah priatim tahun ini, berjalan dengan lancar. Berbagai jamuan rohani dan jasmani yang disuguhkan, benar benar menghadirkan aroma keceriaan dan kehangatan yang penuh makna. Mudah-mudahan kelas tarbiyat ini menjadi sebuah kisah klasik bagi mereka di hari depan, juga kesan baik dan kebahagiaan yang menggelayut benar-benar terpatri dalam hati mereka. Di tangan merekalah hari depan kemenangan jemaat ilahi ini akan di raih. Merekalah anak-anak pilihan Allah Ta’ala. Mereka jualah yang akan menunjukkan kehebatan jemaat ilahi ini pada dunia. Mubarak para mujaddid kecil, mudah-mudah kalian selalu menjadi penikmat berkah-berkah Allah ta’ala. Aamiin Allohumma Aamiin.