MENYULUT SEMANGAT BERPARDAH WANITA AHMADI
DI TENGAH KERUHNYA MASA
Senang
rasanya setiap hari melihat semakin banyak wanita muslimah yang berpardah,
berarti kesadaran para muslimah untuk menunaikan perintah Allah semakin banyak.
Mengingat pardah merupakan salah satu di antara perintah-perintah yang khusus
ditujukan kepada kaum wanita. Perintah yang ditekankan oleh Allah Ta’ala ini
tercantumdalam surah An-Nur ayat 31-32.
Namun di sisi
lain juga merasa terenyuh melihat semakin banyak muslimah berpardah yang
berperilaku tidak sebagaimana mestinya.Di zaman yang keruh dan serba bebas ini,
di mana dari setiap penjuru keburukan-keburukan tengah berkecamuk, pardah hanya
dijadikan sebagai simbol agama saja, bahkan banyak pengamat sosiolog mengatakan
bahwa pardah sekarang adalah budaya.Wanita-wanita yang mengaku muslim bahkan
tidak mengindahkan batas-batas pardah.Mereka mengenakan kerudung dengan celana
jeans dan baju yang ketat, apa yang mereka sebut pardah benar-benar hanya
sebatas membalut aurat tidak menutup aurat. Wabah penyakit itu menjalar dengan
deras sekali sehingga mereka benar-benar melanggar hukum-hukum Al-Qur’an.Inilah
realita kehidupan, ketika pardah sudah tidak lagi dimaknai sebagai sebuah jati
diri.
Mengutip
sabda Hazrat Khalifatul Masih IV r.a. bahwa "pardah adalah perintah dalam islam dan satu tanda yang membedakan
seorang wanita ahmadi . Ini menganugrahkan suatu kehormatan tersendiri kepada
seorang ahmadi”. Kemudian, “kemalangan
yang sedang menimpa islam salah satu penyebabnya yang amat besar adalah
kelalaian memakai pardah”. Hal ini menjadi pekerjaan rumah para wanita
ahmadi agar tidak lalai berpardah. Namun, apakah kita benar-benar telah berada
didalam batas peraturan pardah yang sesuai dengan ajaran Al-Qur’an dan
Rasulullah s.a.w. ? Bukankah kita harus bergerak maju dan menjadi teladan ?
Ajaran indah
ini semata-mata untuk menjaga kesucian
islam. Setiap wanita ahmadi lah yang harus menegakkan kesuciannya. menyebarkan
keindahan islam dan ahmadiyah. Menjadi teladan yang luhur agartampil kemuka dan
berada di barisan terdepan dalam menjaga kehormatan islam. Tidak masalah meski
harus melawan arus, yang terpenting, tidak terombang-ambing di persada bumi
ini.Yakinlah, apapun kebaikan yang kita lakukan bisa menjadi inspirasi kebaikan
bagi orang lain. Berpardah itu MUDAH apabila diringi dengan kesadaran bahwa
berjilbab itu wajib. Dimana ada kemauan, pasti Allah akan memberikan jalanNya.
Ketika kita ingin menjauhi perilaku yang tidak baik, pasti Allah akan
memudahkan langkah kita. Mari berpardah dengan menutup aurat secara sempurna BUKANmembalut aurat. Mudah-mudahan dengan karunia Allah
Ta’ala kita senantiasa menjadi wanita-wanita ahmadi yang manakala diperingatkan
maka ia taat. Karena bagaimanapun juga pasti akan selalu ada berkah
dari sebuah keitaatan dan kita menjadi bagian dari penikmat berkah-berkah itu. Aamiin
Allohumma Aamiin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar