Senin, 22 Desember 2014

Bingkisan Aksara Untuk Masih Mau'ud a.s

Dikala jiwa-jiwa merana
terombang-ambing di persadabumi yang durjana
berkantongkan suara langit, langkah sucimu mulai berkelana
dengan gagah kau pecah belenggu fatamorgana

Dibawah langit biru
jutaan mata kau seru
Kau lah sang maha guru
tongkat bagi si buta yang hilang arah dilingkar waktu

Kau serupa penawar
diselaksa masa yang kian nanar
Darimu, pijar Muhammad melulu terpancar
Khilafat berberkatmu pun kini kian bersinar
Nisan Tak Berkelambu

Di langit memar yang gelap melasap 
seribu burung terbang senyap
padanya, ku gantung asa di tiap kepak sayap
asa tuk membahagiakan mu nek, kek selindap demi selindap

namun, tak sampai mimpiku teraih
kafan itu tlah lebih dulu memburu, membuih
hingga dikedalaman rinduku yang kian melirih
tak ada yang kuingat selain petuah mu yang sugih

kerinduan akan canda tawa, kan terus menggigil diketiadaanmu
hingga saat kuharap temu
hanya ada nisan tak berkelambu
menyapa kenangan yang kian menyaru-nyaru

Minggu, 21 Desember 2014

DIORAMA RINDU

Aku ingin keluguanmu mencintaiku..

Aku bukan aku tanpa kamu..

kamu, seluruh aku

atau lebih baik hilangkan kata aku dan kamu
kemudian, lebur jadi kita 

Kita, 
sepasang rindu dan cinta
yang mengharap temu dikelak senja

senja kota hujan dibawah tugu kujang?
Ah.. alangkah indahnya

Sejurus terdiam. Namun, kita paham
Rindu tengah berbicara di masing-masing dada kita
dalam-dalam

Kamu tau kekasih, 
apa yang rindu bilang?

Katanya: "aku menentang jarak, dan takkan pernah beranjak
dari dada-dada kalian meski gundah menyeruak!"

Kini, tersungkur aku dikedalaman matamu tuan, atas izin dari Tuhan


Oleh Talhah & Riyanti
Jumat, 19 Desember 2014